![]() |
| Ilustrasi Mimpi |
- Visitting The Holy City
Akhir dari postingan ini saya tutup dengan mimpi terindah dan paling mengesankan selama hidup saya. Sebab mimpi ini, saya berharap semoga saja ini bisa menjadi apa yang terjadi pada Nabi Yusuf a.s. di mana mimpinya menjadi kenyataan di masa depan. Aamiin. Yap, mimpi saya yang satu ini adalah mimpi di mana saya mengunjungi tempat yang mulia lagi suci yakni Masjidil Haram. Ketika itu saya masih duduk di bangku SMA. Saya tidak ingat bagaimana saya bisa mencapai Masjidil Haram. Namun, saya seketika itu juga mendapati diri saya berdiri agak jauh di samping Ka'bah. Dari sana saya memandangi pemandangan yang indah. Ka'bah dengan penutup hitamnya sedang dikelilingi para muslim berpakaian serba putih dan muslimah berpakaian serba hitam. Mereka sedang berjalan mengitari (thawaf) Ka'bah. Di belakang mereka ada orang-orang yang sedang solat menghadap Ka'bah. Saya ingat betul, di depan saya di kanan atau kiri saya ada seorang wanita berpakaian serba hitam sedang solat atau berdiri menghadap Ka'bah. Sungguh, ini mimpi terbaik yang pernah saya alami. Sangat tinggi harapan saya suatu saat nanti dapat melihatnya dengan nyata bersama seorang wanita di sisi saya yakni ibu saya sendiri. Aamiin.
Naah, para pembaca yang budiman, demikianlah mimpi-mimpi yang masih terekam di kepala saya. Ada satu hal yang perlu pembaca ketahui tentang mimpi. Semua hal yang pernah dirasakan kita selama di mimpi adalah hakiki. Dengan kata lain, perasaan senang, takut, sedih, bahkan 'maaf' mimpi basah adalah hakiki alias benar-benar terjadi dan dapat dirasakan semua orang. Rasa senang yang kita rasakan di mimpi sama seperti yang kita rasakan di dunia nyata. Sehingga, seandainya saya dapat terbang di dunia nyata maka, saya sebelumnya sudah pernah merasakan sensasinya di mimpi. Dan ini bukan bualan. Saya juga pernah merasakan nikmatnya masakan di dalam mimpi, saya pernah merasa kenyang di dalam mimpi. Dan semua itu sama persis seperti yang saya rasakan di dunia nyata. Sebab, semua yang kita rasakan di dunia berkaitan dengan ruh. Ruh kita yang merasakan, dan di dalam mimpi ruh kita pulalah yang bermain peran bukan jasad. Inilah yang membuat seseorang terkadang merasakan jatuh di dalam mimpi. Rasa kaget dan sensasi jatuh inilah yang sama persis mereka rasakan di dunia nyata. Jadi, intinya saya cuman bisa berkata subhanallah dan alhamdulillah. . .
Come on share your dreams too!
Au Revoir


0 comments:
Post a Comment